Browsing Category

Cahaya hati

Cahaya hati Pelajaran Sepotong Ilmu

Menyikapi masalah

Saya membuat voting di instagram untuk menerbitkan artikel, ternyata problem solver lebih banyak di pilih dibandingkan risk taker. Kedua hal tersebut sangat berkaitan, setiap diri kita pasti mempunyai problem dan pernah mengalami kebingungan antara sebuah pilihan, mau tidak mau harus mengambil keputusan yang tentunya di dasari banyak aspek penilaian. Sadar tidak sadar kita memang tidak asing dengan kedua hal ini, bahkan tugas kita selama ini adalah menyelesaikan masalah. Kadang kita akan kebingungan untuk menyelesaikan masalah dengan hati yang tidak tenang (kepanikan). Kunci menyelesaikan masalah adalah ketenangan, jangan tergesa-gesa, perlu waktu yang tepat setelah meminta petunjuk. Permasalahan sederhana tidak akan pernah kembali menjadi sederhana ketika mulai banyak pihak yang terlibat. Apabila sudah seperti ini, pikiran akan lebih terpengaruh kepada saran dan masukan orang lain dibandingkan percaya kepada dirinya sendiri, padahal yang jauh lebih memahami permasalahan adalah diri kita sendiri, sebaiknya jika kelak kita mempunyai masalah dapat diselesaikan baik-baik sebelum keterlibatan orang lain mulai menambah beban masalah. Salah satu contohnya adalah keluhan customer saya karena terlalu lama menunggu respon, client tidak tenang karena merasa tidak ada kejelasan, sehingga customer saya membicararakan permasalahan ini di media sosial dan berujung  menjadi lebih kompleks kepada kita karena yang awalnya masalah tersebut bisa di selesaikan dengan cepat namun faktanya membuat lebih lama dan menjadi bahan ocehan orang lain yang berpendapat hanya melihat sisi negatifnya saja.

Semua hal tersebut banyak faktor, tidak hanya bisa di salahkan satu pihak saja, ada juga yang ‘meminta bantuan’ tapi berujung marah atau bisa saja hal tersebut adalah kesalahan user sendiri?

Menyelesaikan masalah setiap hari adalah pekerjaan harian saya, menyelesaikan masalah customer, menyelesaikan masalah internal, menyelesaikan masalah kordinasi team. Belum lagi menyelesaikan masalah ‘aku dan kamu :)’

Kebetulan minggu lalu saya dihadapi banyak masalah dan saya harus ujian di waktu yang bersamaan. Saya harus maintenance server juga sambil mengerjakan soal ujian. Saya bisa mengerjakan dengan multitasking, hanya saja waktu yang tidak terselesaikan. Ujian Sertifikasi saya mengocek $600 untuk retake harus bayar kembali $300.

Candidate Name: Alfian Pamungkas Sakawiguna

Test Date: October 01, 2017 10:46:07 PM

Score: 98 / 150 (65%)

Saya ingat dengan jelas… waktu tepat 00:36:28 lagi dan saya baru menjawab 80 soal. ‘Question 80 of 150’ Apabila benar 7 soal lagi saya bisa lulus.

Banyak kepanikan terjadi, dan karena waktu yang tidak tepat. Kita tidak bisa menghindari permasalahan dan ujian kehidupan, tapi tentunya kita bisa belajar tenang untuk menghadapi semuanya. Kadang kala kita perlu tarik ulur seperti layangan dan hembusan angin. Tentunya kita harus percaya bahwa setiap masalah pasti mempunyai banyak solusi.

Setiap diri kita adalah risk taker dan juga problem solver, semoga kita selalu di mudahkan untuk menyelesaikan segala permasalahan yang kita hadapi. Orang yang dalam proses mengejar hal yang diimpikannya pasti akan menghadapi kebingungan dalam memilih; keraguan mengambil resiko saat mengambil keputusan. Seperti sebuah tes yang memang harus dilalui. Karena memang ingin saja tidak cukup, harus dibuktikan seberapa keras dan besar keinginan untuk meraihnya.

Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, sabar menerima hasilnya.

Setiap orang termasuk kita adalah super hero sejati, yang saya sebut SABAR-MAN!

Cahaya hati Pelajaran Sepotong Ilmu

Sabr ?

Sabr means patience. It means exercising patience during trials, little or big, and it means remaining calm during anxiety.

Many times in the Quran, Allah (ta’ala) speaks of the patient and the reward that they will receive for being patient. The Quran talks about beautiful patience as a mark of a true believer.

“So be patient with gracious patience.” (Quran 70:5)

Unfortunately, many times, people equate sabr with complacency. They take it that since the Quran and Hadith of the Messenger of Allah (SAW) preach patience, that whenever anything happens to them, they should just sit, watch, wallow in misery and hope for better days.

This is not what Sabr is. Sabr is patience, but it does not mean that you cannot do anything.

Why Sabr is Not Complacency

Let’s look at the story of Prophet Nuh. He lived for over 900 years and spent a large part of his life calling his people to the path of Allah (ta’ala). All those centuries he spent propagating Islam, people derided him and did not listen.

Prophet Nuh (as) could have thrown his hands up and left them alone, after all, he had tried calling them several times. But no, he called them to the point where Allah (ta’ala)’s storm was about to hit.

Similarly with Prophet Muhammad (SAW), born and bred in Makkah but couldn’t get many of his people to accept the message of Islam. He left for Madinah and came back years later after the conquest of Makkah. He didn’t just leave Makkah and forget about them, he prayed for them and actively tried to bring them to the light till he was successful.

Many of the lives of the Prophets are a true demonstration of sabr in the face of trials to their own selves, their families, their tribe, etc. But during all these trials, one thing remains constant-  the Prophets and Messengers continued to work. They never folded their hands and resigned to fate.

If Sabr is not you folding your hands and accepting defeat, what then is Sabr?

  • Sabr is reliance upon, and trust in Allah (ta’ala). It is a firm belief that only He can remove your trials, and only he can bring you relief
  • Sabr is having hope for a greater reward. When a lady complained of her epilepsy condition to the Prophet (SAW), he advised her to be patient, in the hopes of a greater reward from her Lord
  • Sabr is obedience. It is Prophet Musa (AS) leading his people away from Pharaoh even when he did not yet understand how their escape will happen
  • Sabr is accepting the decree of Allah (ta’ala)  when he chooses to take your spouse, child or parents early. It is understanding that only Him has the knowledge of the unseen and knows what is best for us.

All of these do not mean complacency. When we are complacent with our sabr, that’s when we do the following:

Face trials without seeking the help of Allah (ta’ala).

No one can overcome their trials on their own, so not asking our Rabb for help is a sign that we have thrown up our hands.

Stop Praying

When you are at the lowest, when you feel the saddest, that is when you should pray more. We become complacent when we stop praying because we are going through difficulties.

Fail to Seek Help

To Allah (ta’ala) belongs all the help that we need, but there are certain things that we can do to help ourselves. For example, when you fall sick, it is a trial for you, but you can’t wait for Allah (ta’ala) to take this trial away without seeking medical attention. You have to find a cure for your ailment, while at the same time pray to your Creator for good health.

How to Practice Sabr

“Never a believer is stricken with a discomfort, an illness, an anxiety, a grief or mental worry or even the pricking of a thorn but Allah will expiate his sins on account of his patience”. (Riyad us-Saliheen)

Sabr is a characteristic of a good believer. It is a sign that a person understands their Deen and it shows their belief in Allah (ta’ala). There are infinite ways for us to practice sabr in our everyday lives, but if you want to understand how to practice sabr, take a look at the following:

Show Gratitude

Gratitude is a form of sabr, and it is one of the best things we can do especially at the first strike of calamity. If someone just died in your arms, put your head on the ground and make a Sajdah of gratitude to show Allah (ta’ala) that even though this hurts, you are grateful to be tested.

When Prophet Muhammad (SAW) lost his son, Ibraaheem, he said: “The eye weeps and the heart grieves, but we say only what our Lord is pleased with, and we are grieved for you, Ibrahim.” (Sunan Abi Dawud)

Seek Forgiveness

Sometimes, our trials can be overcome by seeking forgiveness, even if they were not as a result of any sins that we have committed. Don’t throw your hands up in despair, make tawbah and seek forgiveness.

Be patient

Sabr is patience, and there is no other way to practice it wholly than to be patient. It may seem like a trial is unending, but only patience can bring us through to a successful end.

“Indeed, Allah is with the patient.” (Quran 8:46)

Remember Allah (ta’ala) When It Hurts

When you feel like nothing’s going right, when you miss your loved ones who have passed away, when you feel anguish over the sadness in your heart, remember Allah. Make Dua, recite some Adhkar, read the Quran and keep your tongue moist with the remembrance of Allah (ta’ala).

Sabr in Islam is not about waiting for miracles to happen in our lives, and it is not about feeling hopeless and powerless with our situation. It is about being patient with reliance on Allah (ta’ala).

“Whosoever would be patient, Allah will give him patience, and no one is granted a gift better and more comprehensive than patience”. (Riyad us-Saliheen)

Get Through Hard Times With Patience :

Cahaya hati Kata Mereka Klasik Mimpi Pelajaran Sepotong Ilmu

Mental Bekerja

1011519_10200774984969035_227103765_n

Dalam 6 bulan terakhir saya lebih banyak belajar dalam hal management, hampir setiap hari saya harus pergi meeting bersama client ataupun partner di luar kota. Setiap orang yang melihat saya beberapa kali katanya badan semakin kurus harus segera nyari pendamping hidup (setiap meeting selalu di tawarin akhwat) #iniserius xD. Itu semua karena IDCloudHost terlalu cepat menjadi besar. Bulan kemarin saya merencanakan di bulan ini menambah 1 server, nyatanya harus nambah 2, dan itupun masih kurang. Kalau ada transaksi besar wajarnya orang senang dan bersyukur. Saya kadang malah pengen balikin aja uangnya 🙁 Syukurnya masih di berikan kekuatan untuk terus berikhtiar dan juga terus berusaha belajar.

*saya berharap curhatan ini dapat di jadikan pelajaran untuk siapapun.

Katanya team idcloudhost adalah orang-orang yang luar biasa dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik, karena saat awal pendirian niat saya ingin membuat lapangan pekerjaan dan bisa membantu banyak orang go online dengan layanan yang amazing (halah pencitraan, tapi memang itu tujuannya hehe). Bagaimana caranya? Saya sendiri belajar dari 0, jika kita ingat semua orang di dunia ini pasti belajar dari 0 termasuk pendiri perusahaan-perusahaan yang selalu menjadi idola banyak orang. Segala sesuatunya kami usahakan sebaik mungkin untuk terus memperbaiki dan berkembang ke arah yang lebih baik. Saya ingat 3 bulan lalu membuka open recruitment ternyata total pendaftar hampir 100 dalam waktu 1 hari, kala itu membuka kesempatan untuk bagian customer support dan system administrator. Ternyata banyak sekali yang memerlukan pekerjaan, rata-rata pendaftar adalah fresh graduate S1 ada juga yang posisinya sedang ngantor. Padahal ga pernah buat kriteria seperti : minimal S1 blabla. Namun faktanya seperti ini.

2 Bulan terahir saya ingin sekali membantu alumni siswa SMK untuk bisa belajar menjadi customer service, dengan alasan dari sisi keluarga memang harus di bantu, dan juga 1 kecamatan dengan saya. Lebih ke hati karena ingin membantu, tidak mempunyai skill dalam IT tidak jadi suatu masalah yang penting ada kemauan. Padahal saya sendiri bisa di bilang tidak membutuhkannya karena bisa ngambil dari 100 pendaftar yang bahkan lebih qualified. Saya informasikan di awal bahwa ‘awal-awal jika belajar pasti akan susah, apalagi dunia baru buat teman-teman. Kuncinya hanya satu berusaha belajar sebaik mungkin. Karena saya sendiri dulu jadi CS dan tidak ada yang mengajari apalagi jika saya harus bertanya bingung harus bertanya kemana, disini teman-teman lebih beruntung di mudahkan banyak sekali orang yang bisa di tanya (CS Senior) bahkan bisa bertanya kepada saya setiap saat. Ketiga orang ini mengatakan ‘Iya akan berusaha’ pokoknya meyakinkan. Walau saya sendiri sudah tau hal tersebut tidak meyakinkan apalagi dengan mental yang seadanya’ 🙂 Dalam proses belajar teman-teman akan mendapatkan gaji, laptop baru dan juga uang makan yang di jamin. Alhamdulillah segala janji bisa saya tepati, bahkan kata ibu tetangga ada yang curhat salah satunya bahwa kerja disini enak ga susah dan bisa ngirim uang ke mamah di desa dengan angka yang cukup besar #katanyabegitu. Ya karena memang saya sendiri menyiapkan mereka untuk beberapa bulan kedepan dan tetap berfikir mereka dalam tahap belajar sampai akhir tahun, sampai cara penulisan bahasa Indonesiapun perlu di ajarkan, cukup memerlukan waktu lebih mengajarinya. Tapi ternyata salah satu di antara mereka ada yang mengundurkan diri setelah apa yang saya berikan (waktu) mengajari sepenuhnya dengan segala kesabaran dan pengorbanan yang menurut saya waktu tersebut bisa di gunakan hal yang lebih penting. Tapi saya sudah sepakat kepada diri saya untuk jangan pernah mengeluh dan juga jangan pernah ketergantungan kepada siapapun, harus ikhlas mengajari dan menjalaninya. yang terpenting saya sudah mengingatkan harus belajar apa, dan harus seperti apa. Apabila ada salah, saya mengoreksi dan berikan peringatan, syukurnya hal tersebut sudah saya lakukan. Ketika keluar awalnya tidak bilang akan keluar, hanya bilang ingin pulang. Ya karena disini penuh kebebasan saya izinkan pulang. Tapi ternyata tidak kembali lagi, sayapun dapat kabar setelah mendapatkan kabar dari pihak lain terlebih dahulu, sehingga ketika dia meminta izin keluar sepanjang lembaran kertas saya hanya menjawab :

Waalaikumsalam, iya sama-sama.

Jahat? Mungkin iya, tapi saya sendiri sudah menginformasikan sejak dulu bahwa jika ada permasalahan mohon di diskusikan, harus ada keterbukaan di antara kita semua. Okelah, dan ternyata saat ini setelah bilang, dia menyesal sudah meninggalkan kesempatan belajar ini hanya karena ‘nafsu’ atau ‘mental’ yang belum siap.

Setelah di telusuri ternyata permasalahannya bukan dalam pekerjaan dan juga bukan tentang idcloudhost. Hanya karena sebuah kecemburan pada rekan kerja.

1 Minggu kemudian, hal yang sama setelah di berikan peringatan akhirnya menyerah alasannya karena tidak sanggup dan ‘takut’ (yang ini laptopnya malah belum di berikan)

Padahal masih dalam proses pembelajaran

PR buat para guru, untuk terus menguatkan mental siswanya terutama dalam hal remedial, mungkin karena belum pernah di remedial atau ngulang kalkulus 1 semester. #ehh.

Segala sesuatu akan terseleksi dengan sendirinya, maka dari itu saya setuju bahwa team IDCloudHost isinya orang-orang yang luar biasa. 🙂

Banyak cerita yang bisa saya ceritakan namun hal ini penting untuk di ungkapkan karena bisa menjadikan pelajaran untuk semua orang terutama yang akan bekerja dan juga membangun lapangan pekerjaan.

Terimakasih sudah membaca, semoga segala sesuatunya di mudahkan 🙂

Cahaya hati Mimpi Pelajaran Sepotong Ilmu

Sukses?

1965627_10201288808254296_948507666_o

Banyak yang selalu bertanya mengenai definisi sukses dan menggap saya telah sukses lebih awal, mungkin itu hanya perasaan saja karena saat ini saya masih menapaki anak tangga ikhtiar yang ntah sejauh apa. Membayangkan hasil pun masih tertutup kabut awan. 😀

Sukses menurut saya adalah saat kita mampu mempersembahkan pengabdian terbaik di mana pun kita berada, semuanya akan terlihat dari keikhlasan serta kemuliaan akhlak yang di ungkapkan.

Kesuksesan kita adalah ketika mampu mempersembahkan yang terbaik dari hidup ini untuk kemaslahatan umat. ‘rahmatan lil alamin’ Kita sukses saat telah menjadi rahmat bagi sekitar kita.

Dengan begitu, siapa pun bisa menjadi orang yang sukses. Selama kita bekerja dengan baik dan benar, serta berakhlak mulia dialah orang sukses.

Kesuksesan sebenarnya adalah bagaimana agar dalam setiap hembusan napas kita senantiasa menjadi rahmat bagi sekitar kita. Kedatangan kita selalu membawa kebaikan dan senantiasa membuat orang lain tersenyum, dan kepergian kita ditangisi setiap orang karena sang pahlawan telah pergi, tidak meninggalkan luka dan kesulitan bagi siapa pun.

Qoutes :

khairunnas anfa’uhum linnas (Hadits) – Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Try not to become a man of success, rather become a man of value (Albert Einstein)

Hidup ini adalah sebuah pilihan, untuk melakoni seadanya, atau bergerak menebar kasih sayang dan cinta, menyebarkan energi dalam diri kita, dan senantiasa berusaha menjadi berarti bagi semua.

Semangat!!

Cahaya hati Fiksi Klasik Sepotong Ilmu

Bukan tentang pernikahan

Assalammualaikum…

Halo, apa kabar? 🙂 🙂 sudah lama sekali tidak menyapa disini. Kali ini saya meluangkan waktu untuk menulis artikel mengenai cinta? emm bukan… bukan… Mungkin pernikahan ya. Saya rasa bukan juga. Ya begitulah.

Ini hanya tulisan yang ingin saya baca di lain waktu.

*oh ya tadi sebetulnya saya sudah menulis di offline dan sudah selesai, saya hanya lupa menyimpannya. (hehe)* ujian nulis biar semangat nulis terus mungkin ya :). Okay langsung saja dari pada ga jadi terbit xixi.

“Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya.” (An-Nur: 33).

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. [QS Al Mu’minuun: 5 – 7]

Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendakanya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya” [Muttafaq ‘Alaih]

Pada hadits tadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dua hal kepada kita, yaitu :

  1. Segera menikah bagi yang mampu.
  2. Meredam nafsu dengan melakukan puasa bagi orang yang belum mampu menikah, sebab puasa itu dapat melemahkan godaan dan bisikan syetan.

Tak hanya disana, saya juga membaca tulisan ini : Maka hendaklah kita, wahai pemuda, beretika dengan etika agama dan bersungguh-sungguh di dalam berupaya memelihara kehormatan diri kita dengan nikah syar’i sekalipun harus dengan berhutang atau meminjam dana. InsyaAllah, Dia akan memberimu kecukupan untuk melunasinya.

Mungkin tulisan-tulisan di atas sudah cukup untuk menyamakan persepsi kita, sebelum menulis ini saya mencoba memposisikan diri sebagai ikhwan yang akan segera menikah dan juga memposisikan sebagai akhwat. Apabila tidak rasional mohon maaf karena saya tetep ikhwan. B|

Pertanyaannya cukup simpel : Kenapa saya harus menikah dengan anda?

Oke saya coba menebak jawabannya : karena kita saling mencintai? -halah- | karena kita sejalan, kita saling percaya, kita saling memahami, kita ingin membangun rumah tangga bersama. Blabla silahkan tambahkan sendiri.

Lantas, seandainya pilihan saya itu bukan anda, apakah tidak ada lelaki lain yang bisa anda percaya? | tentu ada, bahkan jauh lebih baikpun banyak, atau mungkin anda akan menjawab Allah adalah perencana yang amat hebat, Allah maha adil, tidak ada yang perlu kita risaukan, serahkan kepadanya menganai takdir. Sepakat?

Apabila kita sadar mengenai hak dan kewajiban kita di dunia ini. Ruh kita pun bukan milik kita sendiri, kita benar-benar tidak mempunyai apapun. Kewajiban kita bisa di jabarkan dengan : ‘khairunnas anfauhum linnas’. Memanfaatkan dalam semua kesempatan. Pernikahan itu bukan antara siapa dengan siapanya. Ilmu kita sangat mempengaruhi personalitas. Saya rasa pernikahan tidak ada kata pesimis, cukup dasar yang kuat insyaAllah bisa merajut rumah tangga dan bisa saling membentuk apa yang terbaik untuk diri kita sendiri. So… Tak perlu risau, tak perlu mencari, akan ada waktunya kelak.

Percayalah kamu akan selalu berusaha mencintai apa yang kamu punya. Layaknya gadget pribadi untuk terus kita syukuri apa yang kita punya.

Oh ya, kenapa hati ini terus mencintai dia, padahal dia sudah berkeluarga? | Saya akui itu benar-benar rasa cinta. Namun kita lupa akan ‘Iffah *menahan. Memang tidak salah, namun rasa bahagia tidak harus kau bersama dia bukan? Apabila kita benar-benar mencintai sesuatu saya sangat yakin harapan kita akan mendoakan semoga dia bisa bahagia dengan apa yang dia miliki saat ini, Dia bahagia, kita pasti akan ikut bahagia. Suatu mitos?

Tidak.

Kamu pernah beramal? memberikan sepasang baju yang kita senangi dan selalu kita pakai, ada orang yang membutuhkan dan baju tersebut terlihat lebih cocok di kenakannya?

Apakah kamu akan senang melihatnya? 🙂

Keikhlasan itu memang luar biasa, kita hanya perlu ikhlas ridho lillahi ta’ala

Kita hanya perlu percaya bahwa semua akan indah pada waktunya apabila kita selalu ikhtiar. Bukan indah pada waktunya dengan berdiam diri, seperti kamu bermain dadu dan mengharapkan sebuah angka saja. 🙂

Siapapun dari sesiapa punya harapan tentang siapa, namun siap-siaplah. Jangan sampai hanya berharap tanpa bekal dan perjuangan. Semakin besar perjuanganmu dan kesabaranmu, menunjukkan semakin kamu menghargai harapanmu sendiri dan menghargai dia yang kamu harapkan.

Banyak yang mengira after-marriage itu indah saja, Salah besar. Saya yakin ujiannya akan lebih banyak. Tapi tentu saja penyembuhnya lebih available dibandingkan saat sendiri. Tentunya semua itu apabila di-manage sesuai syariah, bakal berpahala besar, bisa punya anak shaleh dan juga berprestasi siapa yang tidak senang 🙂

Sudah jelas bukan, saat ini kita harus mempersiapkan apa? 🙂

Di tulis oleh Alfian dengan penuh rasa syukur.

Semoga bermanfaat 🙂

Salam silaturahmi.

Cahaya hati Fiksi

Pejalan

Assalammualaikum, selamat pagi semoga kita selalu tetap pada jalan yang selalu di ridhainya, pada tulisan ini saya akan berbagi cerita fiksi mengenai seorang pejalan kehidupan.

Perkenalkan saya adalah seorang manusia biasa, yang hidup penuh dengan rasa khilaf bukan berarti saya seorang manusia yang selalu melakukan kesalahan, manusia memang tidak ada yang sempurna tapi itu bukan suatu alasan untuk terus bersalah. Tabiyat manusia adalah berusaha menjadi lebih baik, saya harus belajar dan menjadi lebih baik. Kala itu saya kehilangan rasa semangat untuk terus berjalan mengarumi kehidupan. Entah apa yang saya fikirkan, ketika itu saya kehilangan sebuah intan, saya mendapatkannya ketika saya berjalan dan melihat calon intan yang masih dalam bentuk batu kasar hingga dia menjadi sebuah intan yang saya simpan, dan saat itu saya lebih sibuk untuk mencari intan yang hilang, apabila menggunakan rasionalitas kenapa harus menghabiskan waktu dalam sebuah pencarian sebuah intan yang benar-benar tidak terlihat atau mungkin sudah di ambil orang lain sehingga saya tidak bisa menemukannya kembali. Kenapa saya harus mencarinya? Bahkan saya masih bisa membeli sebuah intan yang lebih baik apabila saya tetap berjalan, namun kenyataannya saya masih tetap mencari sebuah intan yang hilang tersebut. Saya lupa akan tujuan serta misi hidup saya di dunia. Saya merasa egois lebih mementingkan apa yang hilang untuk kepentingan diri saya sendiri, kenapa saya tidak berjalan untuk terus mencari ilmu agar kelak dapat bermanfaat untuk banyak orang. Saya tersadar ketika saya harus menjemput seorang teman dan saya mendapatkan amanat dari kedua orang tuanya untuk menjaganya, dan juga ucapan terimakasih dari kedua orang tuanya. Hati merasa tersentuh dan mendapatkan reminder dariNya untuk tidak lagi egois mementingkan persoalan diri sendiri. Rasa syukur ini sempat hilang selama beberapa hari. Saya selalu berharap semoga saya menjadi orang yang bermanfaat, bisa membantu orang-orang di sekitar. Persoalan ummah harus di utamakan.

Sekian.

Cahaya hati Pelajaran Sepotong Ilmu

Jarum jam tidak dapat berbalik arah

Assalammualaikum, sudah lama sekali tidak posting, kali ini saya akan mencoba sharing beberapa hal yang mudah-mudahan jadi bermanfaat. Langsung saja kita bahas mengenai judul di atas 🙂

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk menyiapkan diri kita meraih sukses dunia dan akhirat, hari-hari baru yaitu lembaran-lembaran kosong yang harus di isi, apakah diisi dengan tinta emas atau dengan tinta merah, diisi dengan amal shaleh atau dengan amal salah? Hidup kita semakin hari semakin berkurang, haruslah kita menggunakan kesempatan hidup ini sebaik mungkin. Kalaupun di hari-hari sebelumnya kita sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita tutupi kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaaan hidup dengan bekerja menunaikan tugas-amanah sebaik-baiknya. Jika di masa-masa lalu masih banyak melakukan kelalaian, maka marilah kita ganti dengan semangat memperbanyak amal-amal shaleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas dan beribadah dengan hanya mengharapkan ridho Allah SWT semata. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang? Ada satu sabda nabi yang mengutarakan tentang perbuatan yang tercela :

Tanda kecelakaan itu ada 4 : pertama tidak mengingat-ingat dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan di disisi Allah SWT.Kedua, menyebut-nyebut segala kebaikan yang sudah diperbuat padahal siapapun tidak tahu apakah kebaikan-kebaikan itu diterima atau di tolak. Ketiga, memandang orang yang lebih unggul dalam soal duniawi. Keempat, memandang orang lain lebih rendah dari dirinya (HR.Bukhori).

Suatu ketika Nabi Muhammad  saw kedatangan seorang laki-laki dan berkata : “ya Rasullah, berilah aku wasiat”, Beliau bersabda : “Kalau kamu ingin melakukan sesuatu, maka lihatlah akibatnya, kalau benar kerjakanlah, tetapi jikalau salah tinggalkanlah”. (HR. Baihaqi)

Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari kebenaran, orang yang mengamalkan kebenaran, orang yang mendakwahkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakkan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan memetakan, mana yang wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah. Waktu adalah modal utama bagi manusia, apabila tidak diisi dengan amal shaleh, maka ia akan berlalu begitu saja. Ia akan hilang dan ketika itu jangankan keuntungan yang di peroleh, modalpun telah hilang. Sayyidina Ali ra pernah berkata :

Rizki yang tidak di peroleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu diperoleh besok. Tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok

Nabi Muhammad saw bersabda :

Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amal perbuatannya. Dan sejahat-jahatnya manusia ialah orang yang panjang umurnya dan jahat perbuatannya. (HR. Imam Ahmad)

Kehidupan di Dunia yang sementara ini hanyalah sekedar tempat untuk mengumpulkan bekal di kehidupan akhirat nanti, karena Rosulullah saw bersabda : “Bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok pagi”. (HR. Imam Ibnu Assakir).

Cukup sekian semoga Allah SWT selalu memberikan kesempatan, kesehatan dan kepandaian dalam memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk senantiasa beramal shaleh. Aammin…

Sumber : Alquran, Assunah,  Buletin

Cahaya hati Mimpi

Akupun Harus Bisa

Sungguh Allah memang sangat adil, Aku pernah menemukan seorang yang luar biasa hebatnya ketika saya bersama teman-teman dengan serius untuk memperhatikan, ada 1 orang yang tertidur pulas. Disaat sang guru bertanya semua yang memperhatikan hanya bisa terdiam, yang dapat menjawab hanya dia yang tertidur pulas saat sang guru menerangkannya.

Percayalah kamu orang yang luar biasa!

Sewaktu SMA saya adalah orang yang selalu tidak dapat menghapal surat2 alquran saat pelajaran agama Islam, saya mengahapal dari seminggu sebelumnya bahkan jauhari sebelum test hapalan itu. Disaat saya masih belum hapalpun ada teman saya yang di hari itu baru menghapal dan akhirnya dia bisa menyelesaikan hapalan lebih cepat dibandingkan saya yang menghapal dari jauh hari. Terkadang saya sedih dan merasa tidak bersyukur.

Setiap mendengarkan kajian aku selalu menulisnya di note HP, dan insyaAllah itu bisa membantuku untuk bermuhasabah.

Disaat kamu merasa dirimu tak berguna, cobalah kembali dan renungkan pasti ada yang dapat kamu lakukan bahkan bisa bermanfaat untuk orang lain.

Saya kesulitan untuk menghapal, dan semua yang di pelajari di SMA dominan pada hapalan rumus sampai hapalan sejarah. Cukup saya saja yang harus menghapal nama-nama teman sekelas. Orang lain tidak pernah menghapalpun akan hapal dengan sendirinya, tapi aku tidak. 7 bulan 1 kelas, tetap saja terkadang saya lupa nama dia itu siapa.

Apajadinya kalau saya dari SMP di pesantren? saya membayangkan itu, dan saya menginginkan itu, namun hari ini saya seperti ini dan tidak ada kata terlambat, masa muda untuk belajar *harus bekerja keras*, dengan harapan masa tua bisa membina ummat.

Saat melihat pembicara di kajian-kajian aku sering merenung dan terkadang aku menangis ‘apa aku bisa seperti dia?’ membawa ilmu yang luar biasa manfaatnya untuk semua orang.

Aku yakin aku bisa!

Cahaya hati Mimpi

Tel-U

5 Agustus 2014, saya meninggalkan rumah untuk beberapa bulan menetap di tempat yg lain, mengejar cita – cita sebelum dan sesudah menuju akhirat kelak. Telkom University menjadi tempat persinggahan dalam perjalanan menuju tempat yang lain, dengan segala harapan saya bisa memaksimalkan belajar berprestasi menjadi pribadi yang shalih dan selalu membahagiakan orang tua. Semua orang mampu bermimpi dan akan selalu bermimpi, namun hanya sebagian dari mayoritas yang sanggup merealisasikan mimpi – mimpinya. Puncak itu memang tak semulus yang kamu lihat dari kejauhan, Gunung yang sangat indah apabila di lihat dari puluhan sampai ratusan KM akan terlihat lekukan yang sangat mulus tetapi cobalah kamu mendekatinya tatapan matamu seperti melihat dinding yang sangat besar sekali, kemudian cobalah untuk mencapai puncak tertinggi dalam gunung tersebut kamu akan menemukan jalanan yang terjal berlkelok – kelok turun memutar dan berjalan setapak demi setapak karena jalanan tak selamanya tidak licin. Gunung ini lebih nyaman karena sudah ada tujuan yang jelas dan jalur yang harus di hadapi sudah pernah di lewati orang lain sebelumnya. Cita-citamu ini mempunyai tujuan namun kamu tidak akan pernah mendapatkan jalan yang sama dengan orang lain, kamu harus mencari jalannya sendiri, ada yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat namun kamu harus percaya ketika kamu berniat untuk menggapainnya kamu tidak menyerah saat di tengah jalan. InsyaAllah kamu akan sampai ke puncak puncak kesuksesan itu.

Berjalan,  istiqomah, dan terus hadapi semuanya

Bandung 08 Agustus 2014
Alfian Pamungkas Sakawiguna
Cahaya hati

Cerita Jika Suamimu Seorang IT Programmer

Jika suamimu seorang IT Programmer, dan dia banyak melamun saat kalian berdua makan bersama dirumah. itu tanda bahwa dia sedang menduakanmu. dia menduakanmu dengan program yang sedang dikerjakannya. dia sedang berpikir tentang algoritma untuk menyelesaikan sebuah fitur yang sedang dibuatnya.

Tapi tenanglah.. dia tidak akan lama menduakanmu, setelah pekerjaannya selesai. dia akan menghampirimu dengan senyum yang menawan. dan berbagi cerita, bahwa dia telah menyelesaikan pekerjaan yang hebat.

Jika kau punya keinginan untuk jalan jalan atau apapun. inilah saat yang tepat untuk mengatakannya.


Jika suamimu seorang IT Programmer, yang lebih sering bekerja dari rumah dan menghabiskan sepanjang hari di depan komputer. dan kau melihat tanda tanda perutnya mulai membuncit, ingatkan dia, bagaimana dia menjaga penampilan saat mendekatimu dulu.

Permintaan seorang istri terkadang lebih kuat daripada motivasi seorang lelaki.


Jika suamimu seorang IT Programmer, yang sampai larut malam masih di depan komputernya dan kau menyadari bahwa dia telah duduk terlalu lama disana. cukup bisikkan kata lembutmu… “Aku menghargai kerja kerasmu, dan aku sangat bangga memiliki suami sepertimu. tapi aku juga ingin memiliki suami yang sehat. jadi istirahatlah sekarang….”

Jika itu tidak mempan. saatnya kamu untuk mematikan listrik dirumahmu.


Jika suamimu seorang IT Programmer, yang kau rasa terlalu banyak pertimbangan dalam berbagai hal. pahamilah bahwa mungkin dia terlalu larut dengan pekerjaannya. Pekerjaannya menuntutnya untuk membuat semuanya begitu terencana. harus selalu ada Plan B jika Plan A gagal. harus ada Plan C jika Plan B gagal. selalu memperhatikan inputan apa saja yang dikirimkan, prinsip If Else akan selalu dipegangnya erat erat.

kau cukup mengingatkannya bahwa kehidupan ini bukan seperti program yang ia kerjakan. kehidupan ini telah sangat terstruktur dan yang perlu dilakukan hanyalah melakukan yang sebaik baiknya tanpa rasa takut.

Karena kehidupan ini telah dirancang oleh Dzat yang kemampuannya sangat melebihi IT Programmer.

 

Sumber : https://medium.com/p/425f61ba2d93