Klasik

Motto Hidup

Belum tentu kita hebat dan belum tentu kata-kata kita benar-benar terjadi. Biarlah waktu yang akan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya.

  • “Allah mencintai orang yang cermat dalam meneliti soal-soal yang meragukan dan yang tidak membiarkan akalnya dikuasai oleh nafsunya.” (Nabi Muhammad saw)

Dengan kata ini, kita akan berusaha untuk terus memperhatikan kelakuan diri kita yang mungkin bagi kita biasa saja, tetapi bagi orang lain mungkin menyebalkan. Kita juga akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Bisa saja kita melakukan tindakan menyenangkan, padahal tindakan tersebut berlawanan dengan tuntunan agama.

  • “Kekayaan tidak dilihat dari melimpahnya harta, tetapi dari perasaan berpuas diri.” (Nabi Muhammad saw)

Kata ini terbukti ampuh untuk orang-orang yang ingin berburu harta atau orang yang menganggap hartanya tidak cukup. Masalahnya sebenarnya bukan masalah besar-kecilnya harta, tetapi pada keinginan kita dan rasa bersyukur.
Manusia bisa saja mempunyai uang puluhan juta. Tapi, kalau keinginannya berlebihan (tidak menyesuaikan diri dengan kebutuhan), hasilnya tetap saja tidak akan puas. Bahkan uangnya akan lenyap untuk hal-hal tidak penting. Sebaliknya, meskipun gaji perbulan hanya ratusan ribu, asal berpuas diri, pasti akan ada berkah dari uang tersebut.

  • “Ketika kau melihat seseorang, yang diberi titipan harta dan keadaan yang lebih baik dari pada dirimu, lihatlah mereka yang diberi lebih sedikit oleh Allah.” (Nabi Muhammad saw)

 

  • “Lihatlah mereka yang lebih tidak beruntung dari pada dirimu, sehingga kau tidak mungkin tidak berpuas diri atas keberuntungan yang diberikan Allah kepadamu.” (Nabi Muhammad saw)

Kata ketiga dan keempat saling berhubungan. Kalau manusia memang tidak bisa berpuas diri dengan melihat keadaannya sendiri, ada cara yang lebih baik, yaitu berkaca pada orang lain yang lebih buruk keadaannya. Berkaca pada orang yang lebih tinggi hanya akan menyebabkan perasaan rendah diri atau iri.

  • “Manusia tumbuh dewasa; bersamaan dengan itu tumbuh pula dua hal; kecintaan pada kekayaan dan kecintaan pada umur panjang.” (Nabi Muhammad saw)

Ucapan ini jelas merupakan sindiran bagi orang-orang yang menganggap dunia lebih penting dari pada akhirat, padahal mereka mengaku muslim. Jika ada orang Islam yang haus harta, jelas ia bukan seorang muslim sejati.

Selain itu, ada beberapa kata mutiara yang dapat dijadikan sebagai motto hidup. Misalnya, “Kita hari ini adalah hasil dari mimpi kita yang kemarin dan kita di masa datang adalah mimpi kita sekarang”.
Maksud dari kata-kata di atas adalah bukan berarti kita disuruh untuk sekadar bermimpi, tapi dari mimpi itu muncul keinginan untuk menggapainya dan diwujudkan dalam usaha agar mimpi itu terwujud.

Tuntutan hidup dan terkikisnya nilai-nilai agama membuat banyak orang mudah putus asa dan kurang nilai juangnya. Sering sekali orang-orang mengalami depresi atau stres dengan masalah yang dihadapinya, sehingga akhirnya memilih jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya, yang tentu saja dengan jalan yang buruk.

Orang-orang berlomba-lomba mengembangkan ilmu pengetahuan yang mereka anggap adalah salah satu hal penting demi mencapai kehidupan yang lebih baik, yaitu berupa kesuksesan dan kekayaan.

Mereka melupakan nilai-nilai agama yang pada hakikatnya memberikan kedamaian kepada seseorang. Agama adalah sebagai “tali untuk berpegang” untuk menjalani kehidupan ini. Namun, karena ajaran agama dianggap kuno, manusia meninggalkan agama dan dijadikan sebagai sejarah kehidupan manusia. Manusia lebih cenderung mengikuti hal-hal baru. Padahal mungkin saja hal baru yang mereka agung-agungkan itu juga bersumber dari agama.

Misalnya, banyak bermunculan motivator-motivator. Orang-orang lebih mendengarkan kata-kata bijak yang dibuat oleh para motivator untuk memberi semangat dan inspirasi, dibandingkan dengan membaca dan mengkaji kitab suci.

Padahal kata-kata bijak sang motivator sebenarnya juga diterangkan dalam kitab suci Al Quran dan hadis. Bila kita mengkaji lebih jauh mengenai kitab suci Al Quran dan hadist, maka akan banyak makna dan pelajaran yang kita peroleh. Setiap ayat dan hadist bisa menjadi pelajaran yang bisa dijadikan bekal oleh manusia dalam menjalani kehidupan.

Dari kisah-kisah nabi dan kaumnya, dapat menjadi contoh bagi kita bagaimana kita harus menyikapi kehidupan, dari hal kecil hingga hal-hal besar. Akan tetapi, kebanyakan manusia malas untuk mengkaji Al Quran dan hadis karena hal tersebut yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Kita tidak akan dapat hidup dengan tenang apabila apa yang kita lakukan salah. Kita akan merasakan kedamaian apabila yang kita berbuat baik, baik untuk diri sendiri atau untuk orang lain.

Pengaruh perkembangan zaman yang terjadi sekarang ini membuat manusia menjadi banyak mengalami masalah. Masalah-masalah yang datang dapat membuat manusia depresi dan stress.

Kebutuhan rohani sangat diperlukan untuk menenangkan pikiran yang depresi dan stres tersebut. Ajaran agama adalah salah satu obat yang mujarab untuk memotivasi diri dalam menyelesaikan masalah.

Dengan ajaran agama yang ada di dalam kitab suci Al Quran dan hadis, kita menjadi berpikir positif dan dapat menyelesaikan masalah dengan jalan yang benar. Permasalahan pun akan selesai dengan baik dan hasilnya akan baik juga.

Untuk itu, sebagai manusia yang beragama, kita sebaiknya mempunyai motto hidup yang dapat diambil dari kitab suci, baik Al Quran ataupun hadis. Kehidupan kita akan tenang dan damai. Masalah yang datang akan dapat kita atasi, tentu saja dengan jalan yang baik pula. Semoga pemaparan tersebut dapat memberikan motivasi bagi Anda untuk menjalani kehidupan ini menjadi lebih baik. ^_^

You Might Also Like